Cerita dating sex Free adult dating sites modesto

Mbak Ratih langsung masuk ke kamar, ganti baju, dan mandi. Mbak Ratih tampak kecapekan, aku bisa melihat raut wajahnya yang kusut. Artinya kalau ingin sadar ia harus melewati lima kali kesadaran. Dan aku bisa melihat tonjolan bongkahan yang padat dari kedua bra-nya. Selama ini Bra-nya-lah yang membuat ia seperti mempunyai dada kecil. “Maksudku semua bajumu sampai tidak memakai apapun”, kataku. Sementara celanaku sudah sesak, aku pun terpaksa melepaskan semua bajuku sekalian. Denok duduk di sofa sambil menatap dengan tatapan kosong lagi. Putingnya berwarna coklat, tapi kulitnya mulus, aku melihat ke bawah. Lalu perlahan-lahan balon itu kau tiup, besar, makin besar, besar, besar jangan khawatir sebab balon itu tak akan bisa meletus tapi hanya bisa membesar dan mengecil. Anggap rasa cintamu padaku saat ini seperti balon yang kecil.

“Mbak anggap yang mbak pegang ini lolipop, kulumlah tapi jangan digigit, jilati dan hisap! Mula-mula ia jilati penisku persis seperti lolipop. Mbak Ratih pelan sebenarnya oralnya, cuman enak banget, bener-bener penisku dijadiin lolipop. Aku masuk ke kamarnya dan kuletakkan ia di atas ranjang. Dadanya aku ciumi dengan rasa sayang, dan ketika aku jilati bagian pinggir payudaranya, ia menggelinjang hebat, sepertinya itu G-spotnya, aku teruskan dan ia makin mencengkram kepalaku, ia peluk erat kepalaku. “Mulai sekarang mbak kalau aku panggil patuh pada perintahku, mengerti? “Baguslah, sekarang hitung sampai seratus lalu sadar”,kataku. Tenang aja deh ndak bakal aku apa-apain, lagian juga belum tentu berhasil”, kataku. “Baiklah, pertama aku ingin dirimu rileks dulu”, kataku. Ia mungkin mengira ini cuma permainan anak kecil yang harus ia turuti. “Bukan begitu Denook, yang rileks, santai gitu lho”, kataku. Tak perlu kuceritakan lagi bagaimana langkah-langkah hipnotisku. Ia agak aneh juga, bahkan mungkin ia mengira aku tak akan berhasil. Aku lalu menyentuhnya, kuremas dan kutekan putingnya itu. Aku lalu mendekatkan diriku ke dadanya, kuciumi dada itu. Mbak Ratih hanya mendesah, dalam pengaruh hipnotis ia bisa merasakan sensasi ini. “Oh…Mbak…hmmm”, aku mengenyot putingnya bergantian, kiri dan kanan. “Kalau memang enak, mbak boleh menggerakkan badan sesuka mbak, tapi mata tetap tertutup ya! Mulutnya yang sedikit terbuka aku jelajahi dengan lidahku. Aku tuntun tangannya memegang penisku, oh nikmat sekali. Aku yang duduk di atas ranjang itu hanya melihat aksinya. Ooowww…ndak kuat lagi…aaaaaa…aaa…AAAAHHHHH…Croott..croott.. ..crooot…croott…Muncratlah pejuhku di dalam mulutnya. Ia menghentikan aktivitas ngocok dan menjilati spermaku. Aku bisa mendengar suara tenggorokannya menelan sesuatu. Aku kunci pintu kamarnya lalu melakukan apa yang aku lakukan tadi di sofa. Aku lalu bergelirnya ke perutnya, kuciumi pusarnya, lalu aku tatap wajahnya. Aku ingin sekali mencium mbak Ratih dari dulu, aku lalu menempelkan bibirku ke bibirnya. Bau rambutnya sangat harum dan aku masih meremas toketnya yang gedhe tadi. Aku lalu melepas celanaku hingga tubuh bagian bawahku telanjang. Mbak Ratih lalu duduk, masih memejamkan matanya dan lemas. Aku membetulkan branya, lalu aku memakai celanaku lagi. Hari itu mbak Ratih ada acara keluar jalan-jalan bersama teman-temannya. Suka godain diriku, pokoknya ndak suka deh”, kata Denok. “Dulu waktu kecil sih lucu, setelah gedhe aden jadi nakal, suka keluyuran kemana-mana, padahal kalau baik Denok pasti suka”. “Aden itu orangnya suka males, dan kelakuannya jelek.

364 comments

  1. Nama saya Vita. Kisah saya sudah dua yang dibagi di dalam 17Tahun tetapi diceritakan oleh teman saya si Arthur. Kisah saya berjudul “Arthur Ski, Snow & Sex” dan.

  2. Pos tentang English Story yang ditulis oleh Lord Fabregas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*